Ada sebuah kisah. Barangkali kalian
sering mendengarnya dari sebuah hadits. Tentang seorang pelacur yang bahkan
kesehariannya tidak pernah terlepas dari pekerjaan hina dan dosa. Suatu hari
dia bertemu dengan seekor anjing yang menjulurkan lidah dan terlihat amat haus.
Dengan penuh belas kasih, pelacur itu memberinya air untuk diminum sang anjing.
Ternyata, kata Rasulullah saw., pelacur itu dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.
Kenapa bisa? Apakah semurah itu harga surga
bagi manusia? Apakah semudah itu surga hingga satu amal kebaikan bisa menghapus
banyak dosa pelacur itu sebelumnya?
Kisah lain, dahulu kala ada seorang
ulama yang sudah berdakwah di hadapan banyak orang, menulis banyak buku, ibadah
pun tak bisa diragukan lagi. Ia bermimpi telah meninggal dan surga bukanlah
tempatnya. Rupanya Allah hanya menghitung pahala dari rakaat terakhir dalam
tahajudnya setiap malam. Kenapa bisa? Lalu dimana semua amalan sang ulama itu?
Sekarang coba renungkan, sebelum beranjak
ke paragraf selanjutnya. Apakah urusan masuk surga dan neraka sesederhana
itu? Apakah masuknya seorang hamba ke surga hanya tentang keberuntungan? Apakah
Allah hanya mengacak siapa yang masuk surga dan siapa yang bukan?
Jangan berprasangka dulu. Karena urusan
masuknya surga dan terhindar dari neraka itu bukan tentang BANYAKNYA AMAL,
melainkan tentang BERATNYA AMAL. Karena di yaumul mizan nanti (hari
pertimbangan), bukan perhitungan amal melainkan menimbang amal. Ibarat begini,
seorang sholat tahajud hanya 8 rakaat, sedang orang lain sholat 20 rakaat
tahajud. Secara perhitungan manusia, bisa saja menilai orang yang sholat 20
rakaat lebih banyak pahalanya. Tapi Allah bukan seperti itu. Ingat, niat dan
keikhlasan, hal yang tidak bisa dilihat manusia, bisa menjadi penilaian bagi
Allah. Karena ibarat amal itu hanyalah jasad kita yang tidak satu pun bisa menggerakkan. Lalu apa ruh yang bisa menggerakkannya? Ruh itu adalah keikhlasan. Amal itu bukan tentang kuantitas, melainkan kualitas.
Dan kembali pula ke topik utama tulisan
ini, bahwa surga itu bukan sekadar amal. Karena dunia dan akherat jelas sudah
dua hal yang berbeda. Secara penampakan sudah berbeda, urusan waktu dan massa
pun berbeda. Jangan mengira bahwa waktu dan segala perhitungan di dunia sama
dengan di akherat. Satu hari di akherat bisa saja seribu tahun di dunia. Misalkan
seseorang diberi waktu hidup 60 tahun. Selama 60 tahun itu pula ia habiskan
masa hidupnya untuk beribadah tanpa menjamah urusan dunia sekalipun. Secara
perhitungan manusia, ia belum bisa hidup di surga bahkan barang sehari saja. Karena
satu hari di surga itu ratusan tahun di dunia. Kalau begitu, tidak ada
seorangpun yang bisa masuk surga? Atau bahkan mereka hanya bisa sebentar saja
di surga?
Sekali lagi. Urusan surga dan neraka itu
bukan sekaar tentang amal. Urusan surga dan neraka bukan tentang banyaknya
materi yang diberikan untuk islam. Urusan surga dan neraka bukan sekadar banyak
waktu dalam beribadah. Bukan itu. Karena tiket masuk ke surga bukan amal, melainkan rahmat Allah swt.
Rahmat(kasih sayang) Allah itu
bertebaran di muka bumi ini. Kasih sayang siapapn tidak bisa menanding kasih
sayangNya. Siapa yang mau memintanya, insya Allah bisa mendapatkannya.Jangan mengira bahwa ketika kita beribadah kepada Allah, ketika kita berbuat baik kepada orang lain, atau ketika kita menghndari laranganNya, itu karena diri kita. Sungguh bukan. Semua yang terjadi, yang bisa mengantarkan kita ke surga, adalah karena rahmatNya. Kasih sayangNya yang menghendaki kita selalu berbuat amal sholeh dan mencapai surgaNya.
Allah
menentukan RAHMAT-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai
karunia yang besar. ( Q.S. Ali 'Imran:74)
Sekiranya
bukan karena karunia dan RAHMAT Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut
syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). ( Q.S An Nisaa':83)
Sesungguhnya
RAHMAT Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. al-A'raf: 56)
Tuhan
mengembirakan mereka dengan memberikan RAHMAT, keridhaan dan surga, mereka
memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya.
(Q.S At-Taubah :21)
Kebaikan Allah kepada hambaNya jauh
lebih banyak daripada amal baik yang dilakukan hamba-hambaNya. Perbuatan baik
adalah salah satu syarat Allah memenuhi janji untuk memasukkanya ke surga. Tapi,
orang itu masuk surga semata-mata karena rahmat dan kebaikanNya. Jadi, setiap
mukmin harus beramal dan meyertainya dengan doa agar mendapatkan rahmatNya.
Manfaakan, di 10 hari pertama ini, Allah
akan membagikan rahmatNya. Mari tetap berlomba-lomba dalam kebaikan. (AL)
