Label

Senin, 04 November 2013

Tak Perlu Bilang "Aku Akan Menunggumu"

Jangan terlalu mudah memberikan janji pada seseorang yang kau inginkan ia menjadi pasanganmu. Saat kau memang sudah siap, sedangkan dia belum karena ingin melanjutkan studi, lantas kau berjanji:
" Aku akan menunggumu sampai kau lulus." atau
" Aku akan menunggumu sampai kau siap."
Berpikirlah dua kali untuk mengatakan itu!
Juga pada kalian yang mendapat atau mendengar janji itu, jangan terlalu menaruh harapan besar bahwa ia akan menepati janjinya, atau bahkan memberi harapan padanya.

Sayangnya tidak semudah itu. Pernahkah berpikir, jika dalam perjalanan menanti seseorang yang belum pasti itu jodohmu, tiba-tiba ada seseorang lain yang lebih menarik hatimu, atau bahkan jauh lebih baik dari dia dan siap denganmu?? Sebab yang namanya pasangan hidup saya yakin semua orang berusaha lebih selektif untuk mendapat yang lebih baik. Pasti akan ada janji-janji yang diingkari, atau penyesalan karena menunggu terlalu lama untuk seseorang yang tidak pasti. Dan apakah semudah itu komitmenmu untuk menunggunya akan berubah?

Dan bagi engkau yang diberi janji akan ditunggu kapanpun kau siap, tak pernahkah engkau berpikir, bahwa cinta itu memiliki waktu. Jika penantian itu hanya berdasarkan perasaan, padahal menurut penellitian cinta antar lawan jenis itu hanya bisa bertahan dalam waktu maksimal 4 tahun. Lalu setelah itu apa? Pasti akan ada rasa khawatir, kalau-kalau dia kecantol dengan orang lain atau bosan menunggumu, bahkan ternyata mulai melupakanmu.

Dan untuk kalian yang berjanji menunggu dan menerima untuk ditunggu, pernahkah berpikir, bahwa setiap pertumbuhan dan perkembangan usia seseorang pasti akan berubah. Bagaimana jika penantian bertahun-tahun membuat ia secaa fisik berubah. Oke, mungkin itu bukan masalah semua orang. Tapi bagaimana jika hati, sikap, aqidah, bahkan keimanannya berubah? Tidak seperti yang kau harapkan lagi? Siapa yang menjamin bahwa air di dalam sumur akan tetap dan tidak berkurang?

Apakah ini tentang kesetiaan? Kesetiaan itu hanya pantas kau berikan untuk pasangan hidupmu nanti. Siapa yang menjamin, bahwa orang yang kau tunggu adalah jodohmu? Keyakinan hatimu, atau sekedar perasaan manusia biasa? Sedangkan yang lainnya terlalu berharap dan bergantung pada janji itu. Hampir melupakan bahwa janji yang sebenarnya dan benar hanya milik Allah. Sebab jika kau menggantungkan urusanmu pada manusia, nihil hasilnya.

Jalani semua apa adanya. Allah Maha Tahu waktu terbaik buat kalian untuk disatukan. Boleh menaruh target bahwa kau ingin dia menjadi pasanganmu. Tapi tetaplah membuka hati, bahwa Allah lebih Maha Tahu, dan harapan itu sejatinya hanya disandarkan padaNYA.

##Wuush, aku juga ndak ngerti kenapa tiba-tiba di pikiranku mengalir tulisan ini. Jika ada salah kata, maaf yaa. Semoga bermanfaat.... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar