Jangan terlalu mudah memberikan janji pada seseorang yang kau inginkan
ia menjadi pasanganmu. Saat kau memang sudah siap, sedangkan dia belum
karena ingin melanjutkan studi, lantas kau berjanji:
" Aku akan menunggumu sampai kau lulus." atau
" Aku akan menunggumu sampai kau siap."
Berpikirlah dua kali untuk mengatakan itu!
Juga
pada kalian yang mendapat atau mendengar janji itu, jangan terlalu
menaruh harapan besar bahwa ia akan menepati janjinya, atau bahkan
memberi harapan padanya.
Sayangnya tidak semudah itu. Pernahkah
berpikir, jika dalam perjalanan menanti seseorang yang belum pasti itu
jodohmu, tiba-tiba ada seseorang lain yang lebih menarik hatimu, atau
bahkan jauh lebih baik dari dia dan siap denganmu?? Sebab yang namanya
pasangan hidup saya yakin semua orang berusaha lebih selektif untuk
mendapat yang lebih baik. Pasti akan ada janji-janji yang diingkari,
atau penyesalan karena menunggu terlalu lama untuk seseorang yang tidak
pasti. Dan apakah semudah itu komitmenmu untuk menunggunya akan berubah?
Dan bagi engkau yang diberi janji akan ditunggu kapanpun kau
siap, tak pernahkah engkau berpikir, bahwa cinta itu memiliki waktu.
Jika penantian itu hanya berdasarkan perasaan, padahal menurut
penellitian cinta antar lawan jenis itu hanya bisa bertahan dalam waktu
maksimal 4 tahun. Lalu setelah itu apa? Pasti akan ada rasa khawatir,
kalau-kalau dia kecantol dengan orang lain atau bosan menunggumu, bahkan
ternyata mulai melupakanmu.
Dan untuk kalian yang berjanji
menunggu dan menerima untuk ditunggu, pernahkah berpikir, bahwa setiap
pertumbuhan dan perkembangan usia seseorang pasti akan berubah.
Bagaimana jika penantian bertahun-tahun membuat ia secaa fisik berubah.
Oke, mungkin itu bukan masalah semua orang. Tapi bagaimana jika hati,
sikap, aqidah, bahkan keimanannya berubah? Tidak seperti yang kau
harapkan lagi? Siapa yang menjamin bahwa air di dalam sumur akan tetap
dan tidak berkurang?
Apakah ini tentang kesetiaan? Kesetiaan itu
hanya pantas kau berikan untuk pasangan hidupmu nanti. Siapa yang
menjamin, bahwa orang yang kau tunggu adalah jodohmu? Keyakinan hatimu,
atau sekedar perasaan manusia biasa? Sedangkan yang lainnya terlalu
berharap dan bergantung pada janji itu. Hampir melupakan bahwa janji
yang sebenarnya dan benar hanya milik Allah. Sebab jika kau
menggantungkan urusanmu pada manusia, nihil hasilnya.
Jalani
semua apa adanya. Allah Maha Tahu waktu terbaik buat kalian untuk
disatukan. Boleh menaruh target bahwa kau ingin dia menjadi pasanganmu.
Tapi tetaplah membuka hati, bahwa Allah lebih Maha Tahu, dan harapan itu
sejatinya hanya disandarkan padaNYA.
##Wuush, aku juga ndak
ngerti kenapa tiba-tiba di pikiranku mengalir tulisan ini. Jika ada
salah kata, maaf yaa. Semoga bermanfaat.... ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar