Kalian Tahu??
Kalian sebenarnya tahu, karena ini adalah bagian dari keseharian kalian. Hanya saja kalian tidak peduli. Bahwa dunia jalan raya itu amat keras.
Pernahkah kalian terburu-buru hendak ke sekolah, kampus, kantor, mengejar waktu agar tidak terlambat? Tidak peduli kendaraan lain di sekitarmu, yang kau lakukan hanya semaksimal mungkin memanfaatkan ruang, bahkan meskipun hanya sedikit di jalan. Berbelok-belok dengan gesit menyapu seluruh ruang di antara kendaraan lain, mendahului mereka tanpa memperhatikan lampu rating mereka, tanpa mempedulikan bahwa mereka khawatir kalau-kalau kau menabrak mereka. Bahkan kau tidak peduli dengan keselamatanmu sendiri, berkali-kali rem mendadak, berkali-kali menerobos lampu merah. Apa bedanya dengan hidup kita? Ketika kita terlalu berambisi pada sesuatu, siapa yang kau pedulikan? Kau hanya peduli pada ambisi dan tujuanmu, memanfaatkan segala cara, tanpa peduli ada orang yang khawatr, tanpa peduli apa saja yang membahayakan dirimu. Kau hanya bergerak cepat, tak mengijinkan seorang pun mengambil jalanmu lebih dulu, bahkan seringkali menghalalkan segala cara dan menolak segala aturan.
Pernahkan ketika kamu berkendara, di depanmu ada kendaraan lain yang berjalan pelan, atau ada orang dan kendaraan lain yang hendak menyeberang, apa yang kau lakukan? Apakah dengan sopan menunggu kendaraan tersebut menyeberang? Apakah dengan sabar mencari celah untuk mendahului kendaraan yang berjalan lambat? Yah, mungkin hanya beberapa. Tapi kebanyakan, lebih memilih untuk menekan klakson. Klakson panjang, ataukah pendek? Sama halnya ketika kau merasa ada orang lain yang mengganggu perjalanan hidupmu. Masalah apapun dari orang lain yang mengganggu perjalanan hidupmu, hadapilah dengan bijaksana. Kau tak perlu marah-marah, dengan nada klakson yang tinggi dan panjang. Ada banyak kendaraan di jalan itu, semua menginginkan haknya. Ada milyaran manusia di bumi ini, semua menginginkan haknya, begitu pula kau. Bersabarlah, berikan kesempatan orang lain untuk mendapat haknya. Jangan ganggu ketenangan orang lain. Masalah itu ada ketika kau punya tujuan. Jika kau tidak perlu ngebut, kau pun tidak perlu klakson kendaraan yang berjalan pelan di depanmu.
Ada masalah lain. Pernahkah kau melihat orang yang jatuh dari kendaraannya, kecelakaan dan segera membutuhkan pertolongan, kau dengan kendaraan motor atau mobil, bersediakah menghentikan kendaraan dan menepi untuk membantu? Bukan menghentikan kendaraan untuk menonton! Lebih lagi jika mengantarkan korban dengan mobilmu? Kebanyakan pasti enggan, kan? Ada urusan yang lebih penting, toh masih banyak orang di jalan itu. Bayangkan jika semua orang berpikiran begitu, tak ada satupun yang akan menolongnya. Dan lihat beberapa kasus kecelakaan itu. Siapa yang berinisiatif menghampiri, menolong, bahkan membawa ke rumah sakit? Kebanyakan adalah pedagang di pinggir jalan, tukang becak, orang-orang yang sedang berjalan kaki. Jarang sekali orang berkendara yang mau menghampiri untuk menolong. Yang menolong korban adalah orang-orang kecil, tukang becak. Mereka juga punya urusan lain, kamu pun juga punya urusan lain, lalu apa yang membedakan?
Dalam konteks yang lain, ketika ada razia dari polisi mengenai SIM dan STNK. Kamu yang tidak memiliki SIM - kebanyakan, dan tiba-tiba menjumpai razia dari polisi. Atau kamu yang saat itu tidak memakai helm, atau teman yang kau boncengi tidak memakai helm, dan bertemu polisi. Apa yang terjadi? Memberikan uang 50 ribu dan semuanya selesai. Semudah itukah? Semuadah itukah perkara yang menyangkut keselamatan berkendara dibayar dengan uang 50 ribu. Begitu pentingnyakah uang menyelesaikan urusan, bahkan dalam urusan pelanggaran peraturan. Jangan heran, jika negara kita banyak yang korupsi. Bahkan aparat pun secara tidak langsung mengajarkan korupsi secara kecil-kecilan di jalan raya. Bukan hanya itu. Bahkan untuk memperoleh SIM bagi mereka yang tidak lulus tes dan tidak mencukupi umur 17 tahun pun, lagi-lagi diselesaikan dengan urusan uang --> nembak begitu mereka menyebutnya. Ada apa itu? Jika memang belum mencukupi umur berkendara, belum mampu untuk lulus tes, demi keselematan, kenapa aparat mengijinkan?
Tapi kehidupan di jalan raya, adakalanya membawa sisi positif. Ada konvensi bahwa kendaraan mendahulukan pejalan kaki dan sepeda. Memang begitulah seharusnya hidup. Antara orang-orang kecil dan besar harus saling menghormati. Lebih-lebih bagi orang besar, jangan merasa sombong dan berkuasa, hargailah orang -orang kecil, lebih baik jika bisa membantu.
Semoga bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar