Label

Minggu, 10 Agustus 2014

Rumah Cahaya



Petang itu, ketika aku sudah lelah dengan segala aktivitas kampus sejak pagi. Sebenarnya mata ini sudah lesu, namun siapa yang tidak tergoda melihat sebulat cahaya di hadapannya, sekalipun masih berdiri di ambang pintu masuk.

Di atas deretan kamar-kamar tempat aku menimba ilmu akherat, yang telanjang dari atap bentuk apapun, sehingga terpampang jelas lukisan langit. Bulan purnama. Aku tidak pernah bosan untuk mengatakannya indah.

Cahaya yang tepat berada di tengah telanjangan atap asrama. Asrama? Ehm, sebenarnya lebih dari sekadar asrama sih. Ada namanya. Tetapi, kami para penghuni dan mantan-mantan penghuni menyebut tempat ini "Rumah Cahaya". Entah, aku juga tidak tahu filosofinya. Barangkali tempat sederhana inilah, dimana mereka memperoleh cahaya, cahaya dalam artian lebih dalam. Karena di sini, kita belajar lebih dari apa yang dipelajari para mahasiswa di luar sana. Belajar agama? Pastinya, tapi rupanya yang kami peroleh lebih dari itu. Tentu saja. Jika kita bisa menggenggam ilmu agama, dunia juga mudah kita raih. Ya Allah, semoga semua yang berada di bawah atap ini memperoleh keridhoan untuk Kau titipkan ilmuMu. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar