Sabtu sore, usai
mengikuti agenda konferensi seharian, kami langsung jalan-jalan menggeledah
kota bersih itu. Dengan panduan peta stasiun MRT, semua urusan perjalanan
keliling Singapore akan mudah.
Beberapa menit
kami berjalan, datanglah seorang laki-laki usia 30an mendatangi kami,
menanyakan apakah kami butuh bantuan. Kami tanyakan secara singkat tentang
stasiun MRT. Akhirnya dengan ramah, beliau mengajak kami berjalan untuk masuk
kembali ke area Botanic Garden untuk
menjumpai petunjuk lokasi menuju stasiun MRT. Sepanjang perjalanan, beliau tidak
bosan mengajak kami bercakap.
“ Nama saya
Asad, dari India. Saya sedang kuliah di sini mengambil Ilmu Politik. Bagaimana
dengan kalian, kenapa bisa sampai di sini?” tanya beliau.
“ Kami ada acara
konferensi di NUS.”
“ Oh, ya saya
tahu acara itu. Kalian dari universitas mana?”
“ UGM. Gadjah
Mada,” jawab kami.
“ Oh ya, saya
hanya tahu Gadjah Mada dan satu lagi, apa namanya…”
“ UI?
Universitas Indonesia?”
“ Ya, benar!
Yang di Jakarta itu. Gadjah Mada di Yogyakarta, saya pernah ke kota itu. Hm,
apakah semua wanita di Indonesia berjilbab seperti kalian?”
“ Mayoritas
begitu,” jawab kami, mulai nyaman dengan obrolan.
“ Wah, bagus
sekali.”
Perjalanan
berlanjut, menyusuri jalan kecil itu. Kami berada di sebelah luar pagar Botanic Garden. Hanya butuh menemukan gerbang
untuk masuk lagi ke dalamnya.
“ Saya juga tahu
Jokowi, Megawati, Habibie,” lanjut beliau.
“ Tentu saja,
Jokowi presiden kami.”
“ Wah, anak muda
seperti kalian pasti suka dengan Jokowi, ya?”
Spontan aku
tersenyum dan menjawab, “ Hm, tidak juga.”
Pak Asad
menimpali dengan tawa atas jawaban kami. “ Ya, saya tahu maksud kalian, tidak
apa. Tapi tidak perlu kita membicarakan keburukan presiden. Mari, di sana sudah
mulai masuk Botanic Garden.”
Beberapa meter
kemudian kami sampai, beliau hanya menunjukkan petunjuk lokasi menuju MRT, kami
masih harus berjalan menuju gerbang keluar.
“ Senang bertemu
kalian. Semoga sukses acaranya, dan semoga kita bisa bertemu lagi. Mungkin kita
bisa berjumpa lewat internet, saya akan cari nama Alya dan Atsana UGM kira-kira
akan ketemu tidak ya?” candanya.
Kami hanya
tertawa. Meskipun dalam hati aku bertanya, Ilmu Politik semacam beliau, apa
saja yang beliau tahu tentang presiden kami, ya? Bagian mana yang beliau kenali
tentang Presiden Indonesia? Hehehe... (AL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar