A:
" Ya Allah, jika hambaMu melakukan kesalahan yang membuatMu murka, apakah Engkau masih mepertimbangkan alasan dia melakukannya?"
B:
" Hahaha. Apakah hakim tidak menjatuhkan hukum penjara kepada perampok,
jika perampok itu mempunyai alasan bahwa ia harus membayar pengobatan
anaknya yang sakit? Apakah dosenmu akan mengganti nilai C menjadi A jika
kamu tidak sempat belajar karena membantu ayah bekerja? Apakah polisi
membiarkanmu pergi jika kau beralasan STNK dan SIMmu ketinggalan? Apakah
jika semua alasan itu benar dan mereka semua tahu itu benar, apakah
mereka masih mempertimbangkan?"
A: Iya sih. Tapi, apakah Allah bisa disamakan dengan hakim dan dosen? Apakah Allah bsa disamakan dengan manusia?"
B:
Pertanyaan konyol. Tentu saja tidak bisa! Tapi ini hanya contoh
sederhana saja. Begini, pada dasarnya semua perbuatan yang kau lakukan
itu, pasti atas pilihanmu sendiri, kau bertekad melakukan itu. Setiap
perbuatan, setiap pilihan, pasti ada konsekuensinya. Jika kau memutuskan
melakukan kesalahan dan dosa itu, maka kau harus siap dengan
konsekuensinya. Tak peduli apapun alasanmu.
A: Jadi maksudmu, Allah tidak menerima alasan kita? Bukankah Allah itu Maha Pengampun?
B:
Tentu saja Dia Maha Pengampun! Apa yang kau ragukan? Hey, jangan dikira
ketika kau melakukan dosa dan kesalahan lalu memohon ampun, istighfar,
lantas semua selesai? Oh, nggak semudah itu. Allah memang mengampunimu
jika kau mohon ampun, tapi hukuman tetap berlaku. Seorang hamba tdak
akan masuk surga sebelum dia menyelesaikan semua hukuman atas
perbuatannya di neraka. Tidak bisa langsung masuk surga, harus mendpat
balasannya dulu. Seperti hakim, dosen, polisi itu, kau tetap harus
menerima konsekuensinya. Nah, hukumanmu itu bisa aja di dunia atau di
akerat nanti, tergantung kau mau pilih yang mana. Eh, tapi aku tidak
menjamin kau bisa memilih. Yaah, berdoa sajalah.
A: Hah, sama aja.
B:
Lalu kau mau apa? Mau marah, mau mengeluh, nggak terima dengan
ketetapan Allah? Ketika kau sadar melakukan salah, segera mohon ampun
dan memperbaiki diri. Apa susahnya? Semua amal bakal
dipertanggungjawabkan. Ketika kau ditanya, kenapa waktu itu kau
terlambat sholat shubuh dan jawabmu bangun kesiangan, itu konyol. Ketika
kau ditanya, kenapa kau tak puasa dan kau jawab tidak kuat karna
badanmu terlalu kurus, so what?
A: Kau pikir alasannya sekonyol itu??
B:
Apa bedanya? Entah alasan konyol atau tidak, itu tetap alasan. Kalau
memang begitu adanya, semua manusia di bumi ini akan punya banyak alasan
kenapa mereka tidak sholat, kenapa mereka berzina, kenapa mereka
membunuh. Dan pernah nggak mikir, satu orang beralasan dengan cara
menyalahkan orang lain. Oraang lain yang disalahkan tidak terima. Lalu
apa? Kau pikir kita punya waktu berdebat di akherat?
#Hah,
rumit banget sih. Tau deh, si A dan si B itu saling berdebat di
pikiranku. Salah satu pikiranku biiang A, tiba-tiba ada sisi lain yang
menyanggah. Entah, itu suara-suara siapa aja.
Yang jelas, mana yang benar, wallahu a'lam... Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu (Q.S. Al-Kahfi:29)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar