Lihatlah ke langit itu. Bulan yang
menurut kita indah diapit oleh dua bintang di sisi kanan-kiri. Tak peduli bahwa
sesungguhnya keindahan itu bukanlah cahaya milik bulan. Tak peduli bagaimana
wujud bulan yang sesungguhnya. Tak peduli di sana bulan hanya diam, dan mereka
tak pernah lelah menarik perhatiannya dengan mengedipkan cahayanya.
Namun lihatlah
beberapa jam lagi. Seiring dengan perputaran bumi, akankah semuanya sama?
Akankah kedua bintang itu masih di sana? Masihkah ada teman bagi bulan itu?
Pasti tidak. Mereka bergerak dengan kecepatan berbeda sesuai perputaran bumi.
Bahkan mungkin bintang itu ditelan awan mendung. Siapa yang tahu? Yang pasti
semua tak lagi sama.
Begitu halnya.
Kesetiaan itu ada waktunya. Perasaan itu ada waktunya. Rasa menerima apa adanya
itu ada waktunya. Manusia itu tidak sempurna,bahkan kebaikan pun ada waktunya?
Jadi, pikirkan lagi jika kau hendak berjanji. Pikirkan lagi jika kau menerima
janji, jika kau menerima harapan seseorang
Lalu, bagaimana pasangan
yang bertahan bertahun-tahun? Bagaimana seseorang yang mampu menunggu
bertahun-tahun. Tanyakan pada mereka. Pasti mereka pernah merasakan di ambang
antara setia dan tidak, seiring berjalannya waktu. Hanya sebatas di ambang.
Hingga akhirnya komitmen mereka mengembalikan ambang itu ke bagian yang setia.
Tanyakan pada
pasangan yang tetap harmonis menikah bertahun-tahun. Adakalanya mereka jenuh
dan perasaan itu seakan tiada. Okelah, aku memang belum pernah merasakan, tapi
bisa dilogika. Tapi mereka memiliki komitmen. Bagaimana perasaan itu muncul
lagi dengan cara yang mereka buat sendiri. Bukan sekedar perasaan yang
irrasional, bukan sekedar perasaan tanpa alasan.
Tanyakan pada
mereka yang setia menunggu bertahun-tahun. Ah itu pasti mejenuhkan dan sangat
membosankan. Pasti adakalanya mereka jenuh dan bosan, merasa menyesal kenapa
harus berjanji untuk menunggu. Pasti ada rasa kecewa harus menunggu terlalu
lama. Pasti ada rasa putus asa. Tapi mereka bisa mempertahankan posisi mereka
di ambang, untuk kembali pada kesetiaan menanti. Itulah komitmen. Bahwa mereka
punya alasan kenapa harus menunggu. Bahwa mereka punya alasan kenapa saat itu
ia berjanji.
Tapi, semua itu
tergantung pribadi orang masing-masing. Dan jangan dikira bintang yang hilang
beberapa jam lagi, mungkin ia akan kembali beberapa jam lagi tanpa kita sadari.
Atau bahkan formasi itu akan lagi ada satu bulan kemudian, atau 1 tahun
kemudian.
Semua itu ada
waktunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar