Label

Rabu, 12 Februari 2014

Salah Jodoh




            Aku memiliki adik perempuan tepat di bawahku, kelahiran 1999 dan saat ini masih kelas IX SMP. Setiap kita jalan bareng, selalu ada yang mengira dialah sang kakak dan aku adiknya. Yaah, tinggi badan kita memang hampir sama. Tapi itu tidak terlalu masalah jika aku dianggap adiknya, Barangkali aku terlihat lebih muda darinya (hehehe).
            Adikku punya seorang teman laki-laki satu SMP yang masih satu RT dengan kami, sebut saja dia Rohmat. Ibunya mengenal baik aku dan keluargaku. Setiap kali aku bertemu dengan ibunya, beliau selalu menyapaku dengan nama adikku. Aku sih cuek. Kebanyakan tetangga emang lebih banyak mengenal adikku daripada aku yang jarang keluar rumah, sejak dulu sibuk dengan urusan sekolah, bahkan sekarang kuliah jauh dari rumah.
            Setiap kali aku bertemu dengan ibu Rohmat dan kami punya waktu mengobrol, ibu itu selalu cerita tentang anak laki-lakinya itu, apa saja. Aku memang mengenal Rohmat, kita pernah satu TPA waktu kecil dulu. Tapi aku nggak paham kenapa ibunya itu sering cerita tentang Rohmat, yang menurutku sama sekali nggak penting buatku (hehehe). Tapi, kudengarkan saja semua cerita itu, tentang ranking-rangking Rohmat selama SMP ini, cerita Rohmat tentang guru-guru galak di SMP (kebetulan aku nyambung karna pernah sekolah di SMP itu dulu), bahkan pujian untuk Rohmat di depanku. Hingga saat itu sang ibu masih menganggapku sebagai Ma misalnya – adikku. Huft, perasaan wajah aku dan adikku beda, warna kulit kita beda, banyak hal berbeda secara fisik.
            Pernah suatu kali libur kuliah dan aku pulang ke solo. Saat kita bertemu, ibu itu tanya, “ Lhoh, Ma, libur tho?”
            “ Inggih,” jawabku sambil senyum.
            “ Kenapa? Masuk angin po?”
            “ Ndak, Bu.”
            Setelah itu kita berlalu, dan aku masih berpikir. Yang namanya liburan kuliah, kenapa harus nunggu masuk angin. Baru setelah itu aku sadar, ternyata aku dianggap adikku.
            Kata ummi, ibu itu juga sering cerita banyak tentang Rohmat kalo ketemu ummi. Bahkan dulu ibunya pernah datang ke rumah untuk menanyakan Rohmat yang sore itu belum pulang dari sekolah. Tanya, apa Rohmat maen sama Ma? Aku ejek habis-habisan adikku, sejauh apa kedekatan mereka. Ternyata adikku sama sekali nggak pernh berhubungan, nggak pernah sekelas, bicara pun tidak pernah dengannya. Dan soal ibunya, bahkan adikku mengaku jarang bertemu dengan ibunya. Kalaupun bertemu, nggak pernah menyapa seperti ibu itu menyapaku.
            “ Jangan-jangan dia itu sebenernya nggak kenal sama Ma asli. Yang terkenal cuma nama Ma aja, wajahnya nggak. Hmm, coba ibu itu tau wajah Ma yang asli, pasti nggak pernah dijodoh-jodohi sama anaknya,” kataku waKtu itu, bercanda.
            “ Yee, siapa juga yang mau sama si Rohmat,” balas adikku.
            “ Makanya, buruan liatin muka aslimu, biar ibunya itu nggak jodoh-jodohin. Ibu itu kan sukanya sama mukaku sebenernya. Tapi kalo dia tahu aku udah kuliah, nggak mungkin dojodohin sama anaknya yang masih SMP itu!. Week.”
            “ PD banget!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar