Label

Jumat, 21 November 2014

Senyum, Alya!



Dengan semua masalah, beban pikiran, amanah yang tak kunjung usai, semakin membuat hari-hariku berantakan. Barangkali itu ekspresi terburuk dariku. Hampir tidak ada lagi senyum. Sapa yang kadang tak ikhlas. Uluran tangan yang terasa berat. Astaghfirullaah… Hanya bisa berdoa Allah membuatku mampu melalui ini.

Hingga di puncak keterpurukan, sesampai di dalam kamar, selembar amplop biru teronggok di atas meja buku. Untukku. Dan spontan membuatku menyesal. Satu hal kecil yang kadang dianggap remeh, tapi sebenarnya itu mungkin berarti untuk orang lain. 



Mungkin inilah ukhuwah yang disatukan oleh iman. Meski aku menjauh, beban ini akan tetap sampai pada dia yang peduli. Meski aku mendadak bungkam – tak seceriwis biasanya – dia akan tetap bisa mendengar. Untuk Saudariku, Ukhti, jazakillaah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar