| Gb. Buras |
Ketupat dan opor ayam seringkali menjadi maskot Idul Fitri.
Mayoritas suku Jawa mungkin memang memiliki ciri khas yang familiar untuk menu
lebaran. Namun kita perlu menengok lebaran di belahan Indonesia lain.
Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang mayoritas dihuni oleh transmigran suku
Bugis dari Sulawesi, memiliki menu lebaran yang berbeda. Beberapa hari sebelum
lebaran, biasanya para ibu disibukkan membuat kue dan makanan khas lebaran ini.
Bila berkunjung ke rumah Bugis, mereka akan selalu menghidangkan buras, lemang,
dan tumbuk sebagai menu lebaran tiap tahun.
| Gb. Buras khas Bugis |
Apa itu buras, lemang, dan tumbuk? Pernahkan Sahabat Sebatik
mencobanya? Buras adalah beras bersantan yang direbus di dalam daun pisang.
Biasanya buras dikemas berbentuk persegi panjang. Ketika dibuka bungkusnya,
penampilan luarnya sama seperti ‘arem-arem’, yaitu makanan khas Jawa yang
terbuat dari beras. Sementara lemang adalah ketan bersantan yang dibakar di
dalam bambu, sehingga berbentuk bulat memanjang dan tersaji dalam bentuk tabung
kecil. Lain halnya dengan tumbuk, berbahan dasar ketan yang direbus di dalam
daun pisang. Bentuknya sama dengan lemang, berbentuk potongan tabung, namun
berbeda pengolahannya. Tumbuk biasanya dicetak dengan wadah berbentuk tabung, kemudian
disusun saling menyambung dan dibungkus daun pisang sebelum direbus. Ketiga
makanan ini selalu tersaji di setiap rumah warga, biasanya didampingi dengan
sup, soto, atau berbagai olahan daging.
Bersilaturahmi dari atap ke atap suku Bugis, maka perlu menyiapkan
ruang lambung lebih besar. Mereka tidak tanggung-tanggung menyuguhi para tamu.
Lengkap ketiga makanan itu dan berbagai macam sayur dengan lauknya. Sahabat
Sebatik, apa menu lebaranmu hari ini? (AL)
enak keknya ya ???
BalasHapus