Label

Jumat, 06 Januari 2017

Nasionalism Tour di Lebaran (Negeri Tapal Batas)


Kunjungan lebaran ke rumah pak kades

Patok perbatasan ini berupa tiang dengan kibaran bendera merah putih di atasnya. Wilayah patok biasanya dijaga oleh Pamtas. Di belakang rumah merah putih adalah sungai yang sedang surut. Biasanya sungai ini dijadkan jalur transportasi menuju ke Tawau, Malaysia. Ketika pasang, sungai ini begitu ramai oleh perahu-perahu yang menuju ke Tawau.
“Indonesia, Malaysia, Indonesia, Malaysia!” seru Anshor, meloncatkan kaki berkali-kali pada patok tiang bendera itu. Kami hanya tertawa melihatnya.
“Wah, kita sedang LDR! Kau di Indonesia, dan aku di Malaysia,” seru salah seorang.
Beberapa orang sibuk mewawancarai TNI yang sedang berjaga di sana. Beberapa lainnya mengunjungi rumah warga untuk mendengarkan cerita di perbatasan. Namun sebagian besar sibuk berfoto-foto ria.
Rahma masuk ke sebuah rumah di dekat patok. Di dalam rumah itu ada dua orang ibu dan 3 anak kecil. Kami sempat mewawancarai mereka terkait kehidupan perbatasan ini.
Rupanya beberapa bulan, nasib rumah mereka sedang melayang berada di tangan pemerintah Indonesia-Malaysia. Ada keputusan bahwa beberapa rumah penduduk harus digusur untuk pembuatan jalan umum perbatasan Indonesia-Malaysia. Namun terkait info tersebut, tidak dibarengi dengan info penggantian rugi atau tunjangan sebagai pengganti rumah yang digusur.
Kami banyak mendengar kehidupan mereka. Penggunaan mata uang rupiah dan ringgit, kesenjangan harga produk negeri sendiri dan negeri orang, sampai pada pelayanan dan infrastruktur penduduk.
Beberapa menit berlalu, jam sudah menunjuk pukul setengah 5. Kami segera beranjak menuju ke masjid untuk salat asar. Beberapa anak masih mengantre membeli bakso goreng dan es krim dari pedagang kaki lima. Bapak penjual itu rupanya dari Ngawi. Kami menyebut jualannya, penthol.
Butuh sekitar 10 menit untuk mobilisasi dengan mobil pick up. Sekitar pukul 5, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju dermaga di Sungai Nyamuk. Satu-satunya dermaga dengan jalan aspal yang pernah kami lihat di Sebatik, rupanya adalah dermaga terpanjang di Kalimantan Utara. Dermaga ini dengan gagah membelah lautan dari berbagai kedalaman. Jalannya mulus, banyak kendaraan roda dua berlalu lalang. Tampak beberapa orang memancing di tepian. Tak jarang pula dimanfaatkan pasangan muda-mudi bercengkerama menikmati semburat cahaya langit sore.
Laut dengan ombak-ombak kecil menghampar di setiap sapuan pandangan kanan-kiri kami. Adib mengendarai mobil dengan anggun. Di depan tampak jalan dermaga yang sedikit berbelok ke kanan. Dermaga ini memang sengaja dibelokkan. Karena apabila desain bangunan lurus, maka ia akan sampai ke Tawau, Malaysia. Ya, pulau yang terbentang di seberang dermaga ini adalah milik negara tetangga.
Di ujung dermaga kami berhenti. Mobil terparkir di persimpangan tiga. Kami langsung berpencar, asyik dengan foto-foto nuansa langit sore. Kami juga diperbolehkan ekspedisi kapal besar yang merapat dengan dermaga. Dengan sangat hati-hati, kami melompati beberapa sentimeter laut untuk menuju ke dek kapal. Pengabadian momen dengan kamera kembali dilakukan.

Kami juga merajai ruangan kemudi. Melihat pemandangan dengan teleskop, berfoto ria di depan kemudi, dan sesekali bertanya tentang peralatan di sana.
“Wah, aku menemukan jodohku di sana!” seru Agita saat menggunakan teropong.
“Mana? Jodohmu di Tawau?” sahut yang lain.
Hari semakin sore. Semburat kemerahan melukis hamparan langit, dihiasi beberapa ekor burung terbang seirama. Lebih indah dari lukisan oleh pelukis sehebat apapun. Mahakarya Tuhan memadukan laut biru dengan langit kemerahan dalam satu garis horizontal.
Dari jauh, tampak kapal besar berwarna cokelat keabuan, mendekat menuju dermaga. KRI 623, dengan beberapa kibaran bendera berbagai macam negara di tiangnya. Semakin mendekat, tampak para penumpangnya adalah para tentara berbaju cokelat keabuan. Beberapa peralatan perang memenuhi bagian utama dek kapal.

-----------------------------------------------------------------------------------------
Baca kisah selanjutnya di buku 'Negeri Tapal Batas' :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar