Label

Jumat, 06 Januari 2017

Perjalanan Menuju Kasur (Negeri Tapal Batas)




Program Ekspansi
Program AkiCiTa ini berkelanjutan dengan sasaran siswa SMAN 1 Sebatik, salah satu SMA favorit di pulau ini. Program yang bertajuk semangat nasionalisme ini digabungkan dengan program sosialisasi perguruan tinggi (Ekspo Kampus). Peleburan dua program, kami menamainya dengan Ekspansi (Ekspo Pendidikan Sebatik), dengan Rashidi sebagai PJ program.
            Program besar ini cukup menyita banyak waktu dalam perencanaan dan persiapan. Kami membutuhkan mobilitas tinggi untuk saling mengunjungi antar sub unit. Koordinasi juga dilakukan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, sehingga beberapa kali kami harus menyeberang laut untuk menuju Pulau Nunukan. Pertemuan bersama para formas juga sering diselenggarakan untuk membicarakan konsep acara, terutama acara Ekspo Pendidikan.
Program yang dijalankan sehari penuh itu, terdiri dari beberapa acara. Pertama adalah Talkshow Motivasi yang mengundang beberapa pembicara, diantaranya Komandan FBN (Forum Bela Negara) dan Indonesia Mengajar. Tema besar yang diangkat dalam talkshow ini adalah semangat pemuda dalam upaya bela negara, disampaikan oleh Danramil Forum Bela Negara (FBN), Pak Soedirman. Talkshow ini juga membahas tema peran pemuda dalam membangun wilayah Sebatik, disampaikan oleh mas Mubin dari Indonesia Mengajar (IM). Menggelorakan semangat, saat berlanjut ke Deklarasi AkiCita dan menandatangani papan sebagai bukti kecintaan pada Indonesia.  Acara diselenggarakan di aula SMA yang dapat memuat 150 peserta yang dibatasi.
            Acara dilanjutkan dengan Ekspo Pendidikan Perguruan Tinggi. Ekspo dibagi dalam 4 kluster – Saintek, Agro, Soshum, dan Medika – yang terbagi dalam 4 ruang kelas. Setiap kelas didekorasi sesuai dengan karakter kluster, serta menampilkan pameran masing-masing. Mahasiswa KKN UGM berkolaborasi dengan para pemuda Sebatik, yang menempuh pendidikan di luar pulau. Mereka dari berbagai jurusan pula yang merantau hingga ke Samarinda maupun Sulawesi. Dalam pameran jurusan per kluster ini, seluruh pengunjung diperbolehkan bertanya seputar universitas, jurusan, fokus pembelajaran, prospek kerja, biaya kuliah, sampai beasiswa. Kolaborasi dengan beberapa Formas, menjadikan diskusi itu merata bukan hanya seputar UGM, namun juga dari kampus-kampus di sekitar Kalimantan.
            Menjelang zuhur, acara dilanjutkan dengan penutupan oleh marching band SMAN 1 Sebatik. Penampilan tokoh-tokoh berbaju putih di tengah lapangan itu, mendapat sorak sorai dan tepukan dari para penonton di setiap sisi lapangan. Setelah usai, kami bersama seluruh siswa menyempatkan foto bersama di tengah lapangan dan terik matahari, sambil membawa spanduk Ekspansi yang berwarna merah.
            Rahma memimpin di depan untuk meneriakkan jargon semangat, sambil take video.
            “Siapa kita?!” seru Rahma.
            “Calon pemimpin Sebatik!” balas siswa dan panitia dalam frame video.
            “Siapa kita?!”
            “Calon pemimpin Sebatik!”

_______________________________________________________________
Baca kisah selanjutnya di buku 'Negeri Tapal Batas'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar