| Program Ekspansi |
Program
AkiCiTa ini berkelanjutan dengan sasaran siswa SMAN 1 Sebatik, salah satu SMA
favorit di pulau ini. Program yang bertajuk semangat nasionalisme ini
digabungkan dengan program sosialisasi perguruan tinggi (Ekspo Kampus).
Peleburan dua program, kami menamainya dengan Ekspansi (Ekspo Pendidikan
Sebatik), dengan Rashidi sebagai PJ program.
Program besar ini cukup menyita
banyak waktu dalam perencanaan dan persiapan. Kami membutuhkan mobilitas tinggi
untuk saling mengunjungi antar sub unit. Koordinasi juga dilakukan pada Dinas
Pendidikan Kabupaten Nunukan, sehingga beberapa kali kami harus menyeberang
laut untuk menuju Pulau Nunukan. Pertemuan bersama para formas juga sering
diselenggarakan untuk membicarakan konsep acara, terutama acara Ekspo
Pendidikan.
Program
yang dijalankan sehari penuh itu, terdiri dari beberapa acara. Pertama adalah
Talkshow Motivasi yang mengundang beberapa pembicara, diantaranya Komandan FBN
(Forum Bela Negara) dan Indonesia Mengajar. Tema besar yang diangkat dalam
talkshow ini adalah semangat pemuda dalam upaya bela negara, disampaikan oleh
Danramil Forum Bela Negara (FBN), Pak Soedirman. Talkshow
ini juga membahas tema peran pemuda dalam membangun wilayah Sebatik,
disampaikan oleh mas Mubin dari Indonesia Mengajar (IM). Menggelorakan
semangat, saat berlanjut ke Deklarasi AkiCita dan menandatangani papan sebagai
bukti kecintaan pada Indonesia. Acara diselenggarakan di aula SMA yang
dapat memuat 150 peserta yang dibatasi.
Acara dilanjutkan dengan Ekspo
Pendidikan Perguruan Tinggi. Ekspo dibagi dalam 4 kluster – Saintek, Agro, Soshum, dan Medika – yang terbagi dalam 4
ruang kelas. Setiap kelas didekorasi sesuai dengan karakter kluster, serta menampilkan pameran
masing-masing. Mahasiswa KKN UGM berkolaborasi dengan para pemuda Sebatik, yang
menempuh pendidikan di luar pulau. Mereka dari berbagai jurusan pula yang
merantau hingga ke Samarinda maupun Sulawesi. Dalam pameran jurusan per kluster ini, seluruh pengunjung
diperbolehkan bertanya seputar universitas, jurusan, fokus pembelajaran,
prospek kerja, biaya kuliah, sampai beasiswa. Kolaborasi dengan beberapa
Formas, menjadikan diskusi itu merata bukan hanya seputar UGM, namun juga dari
kampus-kampus di sekitar Kalimantan.
Menjelang zuhur, acara dilanjutkan
dengan penutupan oleh marching band SMAN
1 Sebatik. Penampilan tokoh-tokoh berbaju putih di tengah lapangan itu,
mendapat sorak sorai dan tepukan dari para penonton di setiap sisi lapangan.
Setelah usai, kami bersama seluruh siswa menyempatkan foto bersama di tengah
lapangan dan terik matahari, sambil membawa spanduk Ekspansi yang berwarna
merah.
Rahma memimpin di depan untuk
meneriakkan jargon semangat, sambil take video.
“Siapa kita?!” seru Rahma.
“Calon pemimpin Sebatik!” balas
siswa dan panitia dalam frame video.
“Siapa kita?!”
“Calon pemimpin Sebatik!”
_______________________________________________________________
Baca kisah selanjutnya di buku 'Negeri Tapal Batas'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar